Sabtu, 27 Oktober 2012

Paper Pergeseran Kurva C


Tugas Kedua
16 Oktober 2012




PENDAHULUAN

Latar Belakang
            Keseimbangan harga merupakan titik temu antara permintaan dan penawaran yang merupakan proses alami mekanisme pasar. Harga keseimbangan dapat mengalami pergeseran/perubahan yang disebabkan oleh pergeseran kurva permintaan dan kurva penawaran. Permintaan/pembeli berusaha untuk mendapatkan barang/jasa yang baik dengan harga yang murah, sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibat dari tarik-menarik/tawar-menawar antara permintaan dan penawaran, maka akan tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga. Akan tetapi jika yang berubah adalah faktor-faktor cateris paribus seperti teknologi produksi untuk sisi penawaran, atau pendapatan untuk sisi permintan, keseimbangan tidak kembali ke titik awal.
            Kita tahu bahwa permintaan dan penawaran tidak selalu tetap, namun selalu berubah-ubah sesuai dengan perubahan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Apabila terjadi perubahan pada faktor-faktor tersebut, maka permintaan dan penawaran juga ikut berubah dan otomatis akan merubah posisi titik ekuilibrium. Jika terjadi peningkatan jumlah permintaan namun jumlah penawaran tetap, maka harga akan naik, sehingga titik ekuilibrium juga bergeser naik. Sementara jika penawaran naik namun permintaan tetap, maka harga akan turun dan mengakibatkan titik ekuilibrium juga turun.
            Maka dari itu, kami akan membahas faktor-faktor yang membuat kurva keseimbangan harga dan kuantitas berubah serta seberapa besar pengaruh pergeseran garis perubahan kurva penawaran terhadap bergeraknya titik garis kurva permintaan dan membentuk titik keseimbangan baru

Rumusan  Masalah
1.      Apa yang dimaksud harga keseimbangan dan faktor-faktor terbentuknya harga keseimbangan?
2.      Apa yang mempengaruhi pergeseran dan pergerakan titik keseimbangan kurva ?
3.      Bagaimana terapan kasus dalam kehidupan nyata yang berhubungan dengan  bergesernya kurva penawaran dan terbentuknya titik keseimbangan yang baru ?

Metodologi Pembahasan
            Metode yang kami gunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif analisis dengan sistem penyajian data yang berupa pengumpulan, pengorganisasian, peringkasan serta penyajian data dan mengacu pada kurva sebagai alat pengamatan kami dan disertai dengan adanya analisis. Data yang kami peroleh bersifat data sekunder yaitu dimana kami mendapatkannya dari beberapa sumber seperti internet, dan buku pedoman teori ekonomi mikro.

Pembahasan Masalah
1. Pengertian Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.
Proses terbentuknya Harga Keseimbangan
            Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan
2. Pergeseran Titik Keseimbangan
            Titik keseimbangan (Equilibrium Price) akan mengalami pergeseran akibat dari naik turunnya akibat perubahan penawaran/permintaan.
a.       Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah permintaan.
            Jika jumlah permintaan bertambah sedangkan jumlah penawaran tetap, maka ada kecenderungan harga akan naik. Misalnya pada harga Rp. 2000 jumlah perminaan 30 unit. Jika jumlah permintaam meningkat 40 unit, maka harga akan naik menjadi Rp. 3000.
b.      Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan.
            Jika jumlah permintaan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga akan turun. Misalnya harga Rp.25,00 jumlah permintaan 45 unit. Apabila jumlah permintaan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.15,00.
c.       Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah penawaran.
            Jika jumlah penawaran bertambah sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan turun. Misalnya pada harga Rp.40,00 jumlah penawaran 40 unit. Jika jumlah penawaran bertambah menjadi 50 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.30,00.
d.      Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah penawaran.
            Jika jumlah penawaran berkurang, sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan naik. Misalnya pada harga Rp.2500 jumlah penawaran 45 unit. Jika jumlah penawaran berkurang menjadi 35 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.3500.
Pergeseran Kurva Penawaran
            Penawaran adalah keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah penawaran. Dimana adanya hukum penawaran yang berbunyi “semakin tinggi harga suatu barang, maka semakin banyak pula jumlah barang yang akan ditawarkan, begitu juga sebaliknya”.
Pada bagian ini, akan dijelaskan perubahan dalam jumlah yang ditawarkan berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.  Bergesernya kurva penawaran di akibatkan karena adanya faktor-faktor seperti pendapatan, pajak dan subsidi, teknologi, jumlah penjual, kebijakan pemerintah, dll.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Penawaran
            Penawaran dan produksi mempunyai hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran.
a.       Harga Barang Itu Sendiri
Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan akan meningkat pula.
b.      Harga Barang Pengganti
Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak menjual teh.
c.       Biaya Produksi
Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian  penawaran juga meningkat.
d.      Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak. Misalnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya sebesar Rp7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern, perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi Rp3.000,00. Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp7.500,00/kg. Dengan demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.
e.       Pajak
Ketetapan pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.
f.       Perkiraan Harga dimasa Depan
Perkiraan harga di masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena takut tidak laku.
3. Contoh kasus terapan pergeseran kurva penawaran dan pergerakan titik kurva permintaan


            Untuk memperjelas gambarnya, perlu mengambil sebuah barang untuk di produksi sebagai contoh kasus, misalkan pakaian. Dalam kasus ini, kurva penawaran bergeser ke kanan dan ke kiri. Pergeseran ke kanan, terjadi ketika S1 menjadi S2 menyebabkan jumlah yang ditawarkan bertambah dari Q menjadi Q1 walaupun harga tetap sebesar P dan bergeser ke kiri dari S menjadi S2 menggambarkan pengurangan penawaran dimana jumlah yang lebih sedikit (Q2) akan ditawarkan pada harga tetap P. Gambar tersebut menunjukkan bahwa mula-mula 300 lusin di tawarkan seharga 600 ribu per lusin, setelah kurvanya bergeser ke kanan, 500 lusin akan ditawarkan pada harga yang sama, dan sesudah bergeser ke kiri hanya 100 lusin yang akan ditawarkan dengan harga tetap.
            Sebagai akibat daripada pergeseran tersebut, lebih banyak sumber-sumber akan dipakai untuk memproduksi barang. Kemajuan di bidang teknologi, seperti ditemukannya teknologi yang lebih efisien sehingga akan mempunyai penurunan dalam biaya produksi yang dapat menguntungkan (kurva bergeser ke kanan). Dalam pabrik pakaian ini misalnya, yang dapat memproduksi baju dengan kombinasi-kombinasi produksinya berdasarkan pada perkiraan harga. Pabrik pakaian itu akan memproduksi lebih banyak pakaian apabila dia memperkirakan bahwa harga pakaian akan turun diwaktu yang akan datang dan lebih sedikit baju akan diproduksi bila perkiraan itu akan meningkat.
Sebaliknya ketika kenaikan pajak  yang tinggi, biaya material yang meningkat maupun harga untuk pembuatan pakaian naik misalnya kain dan benang, akan menyebabkan perusahaan ingin menjual hasil produksinya lebih sedikit pada harga barang yang tidak berubah (kurva penawaran bergeser ke kiri) selama perusahaan masih memdapatkan keuntungan.

Kesimpulan
Kurva mula-mula dari titik S1 dan garis kurva penawaran ke kanan menjadi S2 karena adanya perubahan teknologi. Titik keseimbangan bergeser dari E0 ke E1 sehingga membentuk titik keseimbangan yang baru yang menyebabkan penawaran akan meningkat tetapi permintaan akan barang tersebut tetap, ketika harga barang tersebut menurun dan kuantitas barang tersebut akan naik. Hal tersebut dapat terjadi karena dengan adanya kemajuan teknologi, yang membuat produsen menciptakan sebuah produk yang baru sehingga produsen tersebut akan meningkatkan output atau kuantitas akan barang tersebut akan tetapi produsen tersebut menurunkan harga dari barang tersebut agar barang yang mereka baru produksi laku di pasaran dengan jalan promosi salah satu contoh yang kami gunakan. Bergesernya kurva penawaran di akibatkan karena adanya faktor-faktor seperti pendapatan, pajak dan subsidi, teknologi, jumlah penjual, kebijakan pemerintah, dan lain-lain.

Sumber Referensi
Teori Ekonomi Mikro, Mandala Manurung dan Pratama Rahardja
Teori Ekonomi Mikro, Sadono Sukirno
http://belajar.kemdiknas.go.id/index3.php?display=view&mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20Online/SMP/view&id=50&uniq=1921
http://ayuamul.blogspot.com/2011/11/pergeseran-kurva-penawaran.html

Paper Pergeseran Kurva B


Tugas Kedua
16 Oktober 2012


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen(Supply) dengan konsumen (Demand). Pada harga keseimbangan produsen  bersedia melepas barang/jasa, sedangkan konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.
Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan tingkat harga keseimbangan bergeser juga. Berkurangnya permintaan merupakan salah satu penyebab pergeseran tingkat harga keseimbangan yang akan kami bahas dalam paper ini.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka dapat dirumuskan  masalah-masalah sebagai berikut:
  • Apa yang dimaksud dengan harga keseimbangan?
  • Apa yang menyebabkan titik keseimbangan harga bergeser?
  • Mengapa berkurangnya permintaan dapat menyebabkan titik keseimbangan harga bergeser? Dan bagaimana contoh kasusnya ?


Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan penulisan paper ini adalah menganalisis pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan oleh berkurangnya permintaan serta dapat mengetahui contoh kasus dari permasalahan tersebut.

Manfaat
Berdasarkan tujuan makalah yang dikemukakan di atas, maka manfaat penulisan ini adalah menambah pengetahuan tentang Pergeseran Kurva penawaran dan dapat melatih Mahasiswa dalam membuat sebuah penulisan atau paper, serta membantu mahasiswa dalam menentukan solusi yang tepat dalam menghadapi masalah tersebut.

Metodologi
Dalam proses penulisan paper ini, kami menggunakan metode pencarian informasi dan referensi melalui jurnal dengan data – data pendukung yang kami peroleh dari internet.

PEMBAHASAN
Keseimbangan harga
Keseimbangan harga merupakan titik temu antara permintaan dan penawaran yang merupakan proses alami mekanisme pasar. Permintaan/pembeli berusaha untuk mendapatkan barang/jasa yang baik dengan harga yang murah, sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibat dari tarik-menarik/tawar-menawar antara permintaan dan penawaran, maka akan tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga.

Pengertian Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.

Proses terbentuknya Harga Pasar
Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Dengan bergesernya permintaan  danpenawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan. Perhatikan tabel berikut dan amati perubahannya. 

Pada harga $10 terjadi Equilibrium Price dengan jumlah yang ditawarkan (S) sama dengan jumlah yang diminta (D), yaitu sebesar 100 unit.

Pergeseran Titik Keseimbangan
Titik keseimbangan (Equilibrium Price) akan mengalami pergeseran akibat dari naik turunnya akibat perubahan penawaran/permintaan.
1. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah permintaan.
2. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan.
3. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah penawaran.
4. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah penawaran.

Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah
permintaan.

Pada paper ini kami akan membahas salah satu saja dari ke empat penyebab bergesernya titik keseimbangan harga yaitu berkurangnya permintaan. Jika jumlah permintan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga dan kuantitas akan mengalami penurunan.

Berdasarkan kurva diatas, misalnya harga Rp.25,00 dan jumlah permintaan 45 unit(garis D). Apabila jumlah permintaan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.15,00(garisD1). Sedangkan kurva penawarannya tetap. Maka akan terjadi pergeseran titik keseimbangan dari E ke E1.

Contoh kasus lainnya :
Ketika harga mobil awalnya senilai $10, dan permintaanya sebanyak 5 unit. Karena harga bensin atau BBM yang merupakan barang komplementer dari mobil naik,maka permintaan akan mobil cenderung berkurang . permintaan  akan mobil berkurang menjadi 3 unit sedangkan penawaran akan mobil tetap maka yang terjadi adalah penurunan harga menjadi $5

KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran titik keseimbangan adalah perubahan jumlah permintaan dan penawaran. Salah satu penyebab pergeseran titik keseimbangan adalah Berkurangnya permintaan. Berkurangnya permitaan tersebut dikarenakan faktor-faktor ceteris paribus. Ketika suatu kuantitas menurun maka harga barang tersebut akan turun.

REFRENSI
http://belajar.kemdiknas.go.id/index3.php?display=view&mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20Online/SMP/view&id=50&uniq=1921
http://makalahbuatmudah.wordpress.com/2012/01/21/makalah-ekonomi-permintaan-penawaran-dan-titik-keseimbangan/

Jumat, 26 Oktober 2012

Paper Pergeseran Kurva A


Tugas Kedua
16 Oktober 2012


PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Dalam kegiatan ekonomi, terjadi permintaan (demand) dan penawaran (supply) suatu barang/jasa antara konsumen dan produsen. Pertemuan antara permintaan dan penawaran membentuk harga pasar dalam satu titik yang disebut titik keseimbangan (equilibrium).
Pada dasarnya, permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar muncul dalam berbagai kondisi yang menimbulkan macam-macam bentuk permintaan dan penawaran beserta efeknya.
Dalam ilmu ekonomi hukum permintaan menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah maka jumlah barang yang diminta meningkat. Sedangkan hukum penawaran menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat positif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Oleh karena itu, kami akan membahas kegiatan ekonomi dimanapermintaan bertambah namun penawaran tetap.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diperoleh berdasarkan latar belakang di atas yaitu alasan apa saja yang menyebabkan permintaan bertambah namun penawaran tetap?

Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan paper ini untuk mengetahui dan menjelaskanalasan yang menyebabkan jumlah permintaan bertambah namun penawarannya tetap.

Metodologi
          Metode yang kami ambil dalam penulisan ini adalah deskriptif analisis, yaitu dengan cara mendeskripsikan atau memaparkan suatu permasalahan sehingga dapat dengan jelas dianalisis dan ditarik kesimpulan. Selain itu, kami juga menggunakan metode studi pustaka yaitu dengan cara mengumpulkan informasi dari internet dan buku-buku yang berhubungan dengan topik permasalahan paper kami.


PEMBAHASAN

Hukum Permintaan
“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

Kurva Permintaan Meningkat , Penawaran Tetap


Ada pergeseran kurva permintaan (D1) ke kanan sehingga membentuk kurva permintaan baru (D2). Kurva permintaan bergeser ke kanan menunjukkan adanya penambahan permintaan yang disebabkan oleh perubahan pendapatan yang meningkat sehingga barang yang dikonsumsi bertambah dan harga menjadi naik karena penawarannya tetap (S1). Contohnya konsumen membeli barang yang lebih banyak dan harga yang relatif lebih tinggi demi memenuhi kepuasan karena pendapatannya yang meningkat.

Hukum Penawaran
“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”
Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).

Alasan yang Mempengaruhi Permintaan Meningkat
Di saat penawaran tetap, permintaan bisa meningkat karena konsumen mempunyai alasan sebagai berikut:
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Banyak konsumen mencari handphone yang dilengkapi fasilitas musik, kamera, internet dll. Maka permintaan akan handphone yang memiliki fasilitas tersebut bertambah.

2. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.


PENUTUP

Kesimpulan
Jadi jumlah permintaan bertambah disebabkan oleh perubahan pendapatan dan selera konsumen yang meningkat sehingga barang yang dikonsumsi bertambah dan harga menjadi naik di saat penawarannya tetap.

Daftar Pustaka
Rahardja, Pratamadan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi) Edisi Ketiga. Jakarta: FEUI.
http://id.scribd.com/doc/44426617/Makalah-Ekonomi-Permintaan-dan-Penawaran
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/454/jbptunikompp-gdl-yogigindar-22655-6-babiii.pdf
http://phairha.blogspot.com/2012/01/studi-kepustakaan.html

Tugas Pertama Teori Ekonomi 1 (Soal Genap)


2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Inferior Good (Barang Inferior)?

Inferior Goods (Barang Inferior) adalah barang yang sangat rendah mutunya dan digunakan oleh golongan miskin atau yang pendapatannya sangat rendah. Semakin kayanya seseorang, semakin sedikit barang inferior yang dibeli dan dikonsumsinya. barang yang jumlah permintaannya akan turun seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat Salah satu contoh barang inferior adalah sandal jepit. Ketika tingkat pendapatan masyarakat rendah, tingkat permintaan terhadap barang tersebut akan tinggi. Namun ketika tingkat pendapat masyarakat meningkat, permintaan atas barang tersebut akan turun karena masyarakat meninggalkannya dan memilih untuk membeli sandal lain yang lebih berkualitas meskipun dengan harga yang lebih mahal.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Subtitutes Good (Barang Pengganti)

Substitutes Good (Barang Pengganti) adalah barang yang dapat menggantikan atau digantikan barang lain apabila barang penggantinya sukar diperoleh atau harganya meningkat.  Suatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila dia dapat menggantikan fungsi barang lain tersebut. Kopi dan the adalah barang yang dapat saling menggantikan fungsinya. Seorang yang suka minum teh selalu dapat menerima minuman kopi apabila the tidak ada. Sebaliknya, seorang peminum kopi tidak akan menolak meminum teh apabila kopi tidak ada. Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan. Dengan demikian apabila harga kopi turun maka permintaan terhadap the akan berkurang. Sebaliknya, apabila harga kopi naik maka permintaan terhadap teh akan meningkat.

6. Jelaskan faktor faktor ceteris paribus terhadap kurva penawaran

  • Price of Relevant Resources (Harga barang yang terkait)

Barang-barang ada yang saling bersaing (barang-barang pengganti) satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang-barang seperti itu dapat menimbulkan pengaruh yang penting kepada penawaran suatu barang.  Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjualan akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti.
  • Technology (Teknologi)

Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi ongkos produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan dua akibat, yaitu: (i) produksi dapat ditambah dengan lebih cepat, dan (ii) ongkos produksi semakin murah, dan dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi. Sehingga barang yang ditawarkan lebih banyak.
  • Number of Sellers (Banyaknya penjual)

Ketika semakin banyak penjual yang memproduksi barang tersebut dengan mutu yang hampir sama, maka semakin banyak pula barang yang dapat dihasilkan dan di tawarkan kepada konsumen dengan harga yang sama.
  • Expectation of Future Price (Ekspektasi Harga Dimasa Depan)

Karena memiliki ekspektasi harga dimasa datang, saat ini produsen membuat banyak persediaan barang, untuk meminimalkan kemungkinan perubahan harga dimasa depan, dan meminimalkan ongkos produksi dimasa depan, sehingga ongkos produksi dimasa depan dapat ditekan dan barang yang ditawarkan pun banyak.
  • Taxes (Pajak)

Semakin besarnya pajak yang ditetapkan pemerintah memberatkan produsen, karena meningkatkan ongkos produksi, sehingga produk yang dapat dihasilkan sedikit dan produk yang ditawarkan pun berkurang.
  • Subsidies (Subsidi)

Ketika pemerintah memberikan subsidi kepada bahan-bahan produksi, ini dapat mempermurah ongkos produksi, sehingga produsen dapat memperbanyak produksi dan baramng byang ditawarkan pun akan bertambah.

8. Apakah pengaruh Taxes dan Subsidies terhadap Inflasi dan Kebijakan Ekonomi?

Terhadap Inflasi
  • Taxes (Pajak)

Kebijakan penetapan pajak dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengenakan pajak yang berbeda-beda untuk berbagai komoditas. Misalnya untuk melindungi produsen dalam negeri, pemerintah dapat meningkatkan tarif pajak yang tinggi untuk barang impor. Hal tersebut menyebabkan konsumen membeli produk dalam dalam negeri yang harganya relatif lebih murah.
  • Subsidies (Subsidi)

Pemerintah dapat melakukan intervensi atau campur tangan dalam pembentukan harga pasar yaitu melalui pemberian subsidi. Subsidi biasanya diberikan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan penghasil barang kebutuhan pokok. Subsidi juga diberikan kepada perusahaan yang baru berkembang untuk menekan biaya produksi supaya mampu bersaing terhadap produk-produk impor. Kebijakan ini ditempuh pemerintah dalam upaya pengendalian harga untuk melindungi produsen maupun konsumen sekaligus untuk menekan laju inflasi.

Terhadap kebijakan ekonomi
  • Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal berhubungan erat dengan kegiatan pemerintah sebagai pelaku sektor publik. Kebijakan fiskal dalam penerimaan pemerintah dianggap sebagai suatu cara untuk mengatur mobilisasi dana domestik, dengan instrumen utamanya perpajakan. Dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, kebijakan moneter dan kebijakan luar negeri belum berjalan seperti yang diharapkan. Dengan demikian, peranan kebijakan fiskal dalam bidang perekonomian menjadi semakin penting.
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian pada saat kondisi yang lebih baik. Caranya yaitu mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pajak (T) dan pengeluaran pemerintah (G). Kebijakan fiskal pemerintah dapat bersifat ekspansif maupun kontraktif. Kebijakan yang bersifat ekspansif dilakukan pada saat perekonomian sedang menghadapi masalah pengangguran yang tinggi. Tindakan yang dilakukan pemerintah adalah dengan memperbesar pengeluaran pemerintah (misalnya menambah subsidi kepada rakyat kecil) atau mengurangi tingkat pajak. Adapun kebijakan fiskal kontraktif adalah bentuk kebijakan fiskal yang dilakukan pada saat perekonomian mencapai kesempatan kerja penuh atau menghadapi inflasi. Tindakan yang dilakukan adalah mengurangi pengeluaran pemerintah atau memperbesar tingkat pajak.
  • Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah kebijakan ekonomi yang digunakan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian pada kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan mengatur jumlah uang yang beredar (JUB) dan tingkat suku bunga.

10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Surplus Produsen?

Surplus Produsen

Surplus Produsen adalah ukuran keuntungan yang diperoleh produsen karena mereka beroperasi pada pasar komoditas. Keuntungan tersebut diperoleh mereka karena harga yang terbentuk di pasar melebihi harga yang mereka tawarkan pada tingkat penjualan tertentu. Penjelasan tentang surplus produsen dapat ditinjau dari sudut pandang yang sama dengan surplus konsumen, yaitu pada kondisi dimana jumlah yang ditawarkan masih sedikit mereka bersedia menawarkan sejumlah barang dengan harga yang lebih rendah daripada harga keseimbangan pasar. Kondisi tersebut akan berakhir ketika keseimbangan muncul.

Bagian b



Berdasarkan kurva di atas, ketika permintaan akan suatu barang turun, tetapi penawaran akan barang tersebut stabil, maka harga serta kuantitas dar barang tersebut pun akan turun karena orang – orang merasa tidak terlalu penting untuk memiliki barang tersebut. Contohnya adalah komputer.  Sekarang, seiring perkembangan zaman yang begitu pesat dan kebutuhan manusia akan informasi yang begitu besar, menyebabkan tidak mungkinnya orang – orang membawa komputer kemana – mana, oleh karena itu walaupun penawaran akan komputer tidak berubah, tetapi permintaannnya akan berkurang seiring dengan bertambahnya jumlah laptop dan notebook yang beredar di pasaran.  Dan juga, harga serta kuantitas dari komputer itupun akan berkurang pula.

Bagian d



Penjelasan : Jika Penawaran mengalami penurunan dari S1 ke S2 dan Permintaan tidak mengalami perubahan, maka akan terjadi perubahan titik keseimbangan, Harga mengalami kenaikan dan Kuantitas mengalami penurunan.

Contoh kasus : Penjualan Mangga yang bukan pada musimnya akan mengalami penurunan karena sudah sulit memanennya, sehingga kuantitasnya akan menurun dan karena permintaan tetap,harganya akan mengalami kenaikan. Dalam kasus ini terjadi fenomena kelangkaan.

Bagian F



Penjelasan: Jika Permintaan mengalami penurunan dari D1 ke D2 yang sama  besar dengan kenaikan Penawaran dari S1 ke S2, maka akan terjadi perubahan titik keseimbangan, Harga mengalami penurunan, namun Kuantitas tidak mengalami perubahan.

Contoh kasus : Penjulan produk mobil merek x yang berlebihan akan menurunkan tingkat prestise produk tersebut, sehingga permintaan akan mengalami penurunan sebesar kenaikan penawaran. Lalu dengan keseimbangan yang baru, yaitu Harga yang mengalami penurunan, maka Kuantitas yang terbentuk tetap sama, karena konsumen dapat mentolerirnya.

Bagian H



Penjelasan : Jika Permintaan mengalami kenaikan dari D1 ke D2 yang jika dibandingkan dengan Penawaran yang berubah dari S1 ke S2 adalah lebih besar perubahan Penawaran, maka akan terjadi  perubahan titik keseimbangan, Harga mengalami kenaikan dan Kuantitas mengalami penurunan.

Contoh kasus : Permintaan roti gandum yang mengalami kenaikan akan menyebabkan bahan baku  gandum mengalami  penurunan karena terus menerus dipanen, sehingga penawarannya semakin berkurang. Karena semakin langka, maka harga roti gandum akan terus melonjak dan kuantitasnya semakin merosot.