Sabtu, 27 Oktober 2012

Paper Pergeseran Kurva E


Tugas Kedua
16 Oktober 2012





A. Latar Belakang
   Harga keseimbangan adalah harga di mana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi dan dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Ketika harga di bawah harga keseimbangan, akan terjadi kelebihan permintaan. Sebaliknya, jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran.
    Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahan di sisi permintaan dan atau penawaran. Perubahan permintaan dapat disebabkan oleh perubahan pendapatan, selera, harga barang lain yang dapat menggantikan, harga barang lain yang melengkapi, jumlah pembeli, dan perkiraan harga pada masa yang akan datang. Sedangkan penawaran dapat berubah akibat adanya perubahan harga bahan baku, teknologi, jumlah penjual, perkiraan harga pada masa yang akan datang, pajak dan subsidi, dan kebijakan pemerintah.
   Paper ini dibuat untuk mengetahui penjelasan lebih mendalam mengenai pengaruh perubahan permintaan dan penawaran terhadap harga dan jumlah barang keseimbangan ketika permintaan yang naik sama dengan penawaran yang menurun.


B. Rumusan Masalah
  Sesuai dengan latar belakang yang telah dijabarkan di atas mengenai pengaruh perubahan permintaan dan penawaran terhadap harga dan jumlah barang keseimbangan ketika permintaan yang naik sama dengan penawaran yang menurun, maka rumusan masalah dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penjelasan dan kurva mengenai pengaruh perubahan permintaan dan penawaran terhadap harga dan jumlah barang keseimbangan ketika permintaan yang naik sama dengan penawaran yang menurun?
2.   Apa contoh dari perubahan permintaan dan penawaran terhadap harga dan jumlah barang keseimbangan ketika permintaan yang naik sama dengan penawaran yang menurun?

C. Metodologi
   Dalam proses pembuatan paper ini, kami menggunakan jenis data sekunder dengan metode percarian informasi melalui buku.

D. Pembahasan
 
     Ketika permintaan naik sama dengan penawaran turun maka harga naik dan kuantitas tetap. Harga ekuilibrium mengalami kenaikan yaitu dari pertemuan D1, S1 dengan D2, S2. Kenaikan harga ekuilibrium ini dapat dipastikan mengingat bahwa baik bertambahnya permintaan maupun berkurangnya penawaran bertendensi mengakibatkan meningkatnya harga ekuilibrium.
  Bertambahnnya permintaan bertendensi meningkatkan kuantitas ekuilibrium, sedangkan berkurangnya penawaran bertendensi menurunkan kuantitas ekuilibrium. Sehingga, karena adanya peningkatan jumlah permintaan yang sama dengan jumlah penurunan penawaran, maka kuantitas ekuilibrium akan tetap.
     Hal tersebut dapat dilihat dalam kasus peningkatan harga cabe pada saat menjelang lebaran. Menjelang lebaran, permintaan cabe akan meningkat sehingga mengakibatkan menurunnya penawaran cabe. Hal itu dikarenakan produsen memiliki kuantitas yang tidak bertambah atau tetap. Permintaan yang  naik, membuat produsen ingin mendapatkan untung lebih sehingga produsen menaikkan harga cabe.

E. Kesimpulan
  Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahan di sisi permintaan dan atau penawaran. Ketika permintaan naik sama dengan penawaran turun maka harga naik dan kuantitas tetap. Kenaikan harga ekuilibrium ini dapat dipastikan mengingat bahwa baik bertambahnya permintaan maupun berkurangnya penawaran menyebabkan meningkatnya harga ekuilibrium.
  Bertambahnnya permintaan bertendensi meningkatkan kuantitas ekuilibrium, sedangkan berkurangnya penawaran bertendensi menurunkan kuantitas ekuilibrium. Sehingga, karena adanya peningkatan jumlah permintaan yang sama dengan jumlah penurunan penawaran, maka kuantitas ekuilibrium akan tetap.


Sumber :
Reksoprajitno, Soedijono. Pengantar Ekonomi Mikro Perilaku Harga Pasar dan Konsumen.  Jakarta: Penerbit Gunadarma.
Raharja, Pratama. Teori Ekonomi Mikro, edisi keempat. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI, 2010.

Paper Pergeseran Kurva D


Tugas Kedua
16 Oktober 2012


LATAR BELAKANG
Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

Dengan kata lain Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.


PERUMUSAN MASALAH
Permintaan di tempatkan sebagai fungsi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang dimaksud adalah harga, barang atau jasa, selera dan pendapatan. Dalam kaitannya dengan faktor ekonomi pada masalah permintaan ini berlaku ceteris paribus. Dalam kondisi seperti ini, harga merupakan faktor dominan dalam permintaan, sementara faktor yang lain dianggap tidak berubah.

Pada harga tinggi, banyak pembeli yang tidak mampu membeli atau mungkin cenderung mencari barang substitusi dengan harga terjangkau. Sedangkan, pada harga rendah, pembeli yang tadinya kurang mampu menjadi mampu untuk membeli.

Bagi pembeli perorangan, kenaikan harga akan memperkecil daya beli pembeli atau akan mengurangi anggaran untuk alat pemuas kebutuhan yang lainnya (dengan catatan pendapatan tetap).
Adanya harga barang substitusi yang harganya jauh lebih rendah akan lebih menarik apabila harga suatu barang atau jasa semakin tinggi. Akhirnya pembeli akan beralih dari barang atau jasa yang telah biasa dikonsumsi ke barang atau jasa substitusi.

METODOLOGI
Didalam pengertiannya Kurva penawaran ialah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan, dimana  jumlah tersebut merupakan jumlah suatu barang yang sanggup ditawarkan oleh produsen pada suatu tingkat harga dan waktu  tertentu. Sedangkan Kurva permintaan ialah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah yang diminta.

Dasar Hukum
Dasar hukum pada Kurva Penawaran ialah “Apabila harga suatu barang x meningkat, maka  jumlah barang x yang ditawarkan produsen  meningkat. Dan apabila harga barang x turun, maka jumlah barang x yang ditawarkan akan menurun”.

Dasar hukum pada Kurva Permintaan ialah “Apabila harga suatu barang x meningkat, maka jumlah barang x yang diminta konsumen menurun. Dan apabila harga barang x turun, maka jumlah barang x yang diminta akan meningkat”.
Variabel
Variable yang digunakan adalah beras.

PEMBAHASAN


Kurva diatas menunjukkan turunnya tingkat penawaran tanpa mempengaruhi permintaan, atau dengan kata lain permintaan tetap. Hal itu mengakibatkan harga di pasaran naik dan barang yang tersedia menurun. Sebagai sampel dari kurva diatas, contoh kasus yang sering terjadi adalah kenaikan harga makanan pokok seperti beras.

Pada saat terjadinya kelangkaan beras, penawaran yang terjadi di pasaran akan menurun sedangkan permintaannya tetap. Akibatnya, harga beras akan melambung tinggi dan produsen akan memainkan harga sesukanya. 
Kelangkaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor pemicu, antara lain :
Laju pertambahan penduduk Indonesia yang tidak seimbang dengan luas lahan yang semakin menyempit membuat masyarakat dilanda kekhawatiran akan kekurangan pangan. Artinya, ada pertambahan penduduk pemakan nasi sekitar tiga juta jiwa lebih per tahun. Kekhawatiran ini juga menimpa para petani yang tak jarang mengalami gagal panen akibat serangan hama dan cuaca tak menentu. Kegagalan panen berimbas pada kelangkaan dan meningkatnya harga jual beras.

Disamping faktor tanah, produktivitas pertanian sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air dan berbagai unsur iklim. Namun dalam kenyataannya, iklim/cuaca sering seakan-akan menjadi faktor pembatas produksi. Hal tersebut disebabkan kurang selarasnya sistem usahatani dengan iklim akibat kurang mampunya kita dalam memahami karakteristik dan menduga iklim, sehingga upaya antisipasi resiko dan sifat ekstrimnya tidak dapat dilakukan dengan baik. Akibatnya, sering tingkat hasil dan mutu produksi pertanian yang diperoleh kurang memuaskan dan bahkan gagal sama sekali.

Sesuai dengan karakteristik dan kompleksnya faktor iklim, maka kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam memodifikasi dan mengendalikan iklim sangat terbatas. Oleh sebab itu pendekatan yang paling efektif untuk memanfaatkan sumber daya iklim adalah menyesuaikan sistem usahatani dan paket teknologinya dengan kondisi iklim setempat.

Selain itu Penimbunan beras bukanlah hal yang asing di Indonesia. Biasanya penimbunan dilakukan ketika Regulasi yang mengatur penimbunan komoditas pangan masih lemah dan pemerintah juga akan kesulitan melakukan identifikasi pelanggaran. Bila para pedagang yang memiliki gudang dengan kapasitas besar membuat alasan bahwa beras yang mereka timbun adalah sebagai konsekuensi komitmen penyediaan stok beras karena sudah terikat kontrak-kontrak distribusi. Penimbunan beras ini juga merupakan salah satu faktor terjadinya kelangkaan beras di Indonesia.

Tidak hanya itu, sawah yang biasa berproduksi menggunakan irigasi teknis kekurangan pasokan air dan mengering. Akibatnya volume panen gabah kering berkurang, maka dampaknya kelangkaan beras di pasar kemungkinan terjadi.

KESIMPULAN
Negara Indonesia adalah negara agraris, namun pada kenyataannya sering terjadi kekurangan beras yang merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Akibatnya pemerintah mengimport beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Kalau hal ini terus berlangsung maka akan semakin merusak stabilitas ekonomi yang tentunya dapat memicu ketidakstabilan politik.

Maka langkah utama yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah
  • Pembebasan bea masuk impor beras selama harga beras naik.
  • Mengurangi ekspor beras.
  • Penyediaan bibit unggul beras yang harganya terjangkau untuk petani.
  • Pemberian pupuk yang harganya terjangkau untuk petani.
  • Memberikan pinjaman modal untuk petani untuk meningkatkan produksi berasnya.
  • Membeli beras petani dengan harga yang pantas, agar petani tidak rugi, sehingga petani mau terus menanam padi.



 REFERENSI
http://riyandari.blogspot.com/2010/05/harga-keseimbangan.html
http://id.scribd.com/doc/82903877/an-Dan-Penawaran
http://arvisajah2.blogspot.com/2011/03/kurva-penawaran.html
http://id.scribd.com/doc/97407868/Makalah-kelangkaan-pangan-di-Indonesia

Paper Pergeseran Kurva C


Tugas Kedua
16 Oktober 2012




PENDAHULUAN

Latar Belakang
            Keseimbangan harga merupakan titik temu antara permintaan dan penawaran yang merupakan proses alami mekanisme pasar. Harga keseimbangan dapat mengalami pergeseran/perubahan yang disebabkan oleh pergeseran kurva permintaan dan kurva penawaran. Permintaan/pembeli berusaha untuk mendapatkan barang/jasa yang baik dengan harga yang murah, sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibat dari tarik-menarik/tawar-menawar antara permintaan dan penawaran, maka akan tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga. Akan tetapi jika yang berubah adalah faktor-faktor cateris paribus seperti teknologi produksi untuk sisi penawaran, atau pendapatan untuk sisi permintan, keseimbangan tidak kembali ke titik awal.
            Kita tahu bahwa permintaan dan penawaran tidak selalu tetap, namun selalu berubah-ubah sesuai dengan perubahan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Apabila terjadi perubahan pada faktor-faktor tersebut, maka permintaan dan penawaran juga ikut berubah dan otomatis akan merubah posisi titik ekuilibrium. Jika terjadi peningkatan jumlah permintaan namun jumlah penawaran tetap, maka harga akan naik, sehingga titik ekuilibrium juga bergeser naik. Sementara jika penawaran naik namun permintaan tetap, maka harga akan turun dan mengakibatkan titik ekuilibrium juga turun.
            Maka dari itu, kami akan membahas faktor-faktor yang membuat kurva keseimbangan harga dan kuantitas berubah serta seberapa besar pengaruh pergeseran garis perubahan kurva penawaran terhadap bergeraknya titik garis kurva permintaan dan membentuk titik keseimbangan baru

Rumusan  Masalah
1.      Apa yang dimaksud harga keseimbangan dan faktor-faktor terbentuknya harga keseimbangan?
2.      Apa yang mempengaruhi pergeseran dan pergerakan titik keseimbangan kurva ?
3.      Bagaimana terapan kasus dalam kehidupan nyata yang berhubungan dengan  bergesernya kurva penawaran dan terbentuknya titik keseimbangan yang baru ?

Metodologi Pembahasan
            Metode yang kami gunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif analisis dengan sistem penyajian data yang berupa pengumpulan, pengorganisasian, peringkasan serta penyajian data dan mengacu pada kurva sebagai alat pengamatan kami dan disertai dengan adanya analisis. Data yang kami peroleh bersifat data sekunder yaitu dimana kami mendapatkannya dari beberapa sumber seperti internet, dan buku pedoman teori ekonomi mikro.

Pembahasan Masalah
1. Pengertian Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.
Proses terbentuknya Harga Keseimbangan
            Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Dengan bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan
2. Pergeseran Titik Keseimbangan
            Titik keseimbangan (Equilibrium Price) akan mengalami pergeseran akibat dari naik turunnya akibat perubahan penawaran/permintaan.
a.       Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah permintaan.
            Jika jumlah permintaan bertambah sedangkan jumlah penawaran tetap, maka ada kecenderungan harga akan naik. Misalnya pada harga Rp. 2000 jumlah perminaan 30 unit. Jika jumlah permintaam meningkat 40 unit, maka harga akan naik menjadi Rp. 3000.
b.      Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan.
            Jika jumlah permintaan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga akan turun. Misalnya harga Rp.25,00 jumlah permintaan 45 unit. Apabila jumlah permintaan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.15,00.
c.       Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah penawaran.
            Jika jumlah penawaran bertambah sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan turun. Misalnya pada harga Rp.40,00 jumlah penawaran 40 unit. Jika jumlah penawaran bertambah menjadi 50 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.30,00.
d.      Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah penawaran.
            Jika jumlah penawaran berkurang, sedangkan jumlah permintaan tetap, maka harga akan naik. Misalnya pada harga Rp.2500 jumlah penawaran 45 unit. Jika jumlah penawaran berkurang menjadi 35 unit, maka harga akan naik menjadi Rp.3500.
Pergeseran Kurva Penawaran
            Penawaran adalah keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah penawaran. Dimana adanya hukum penawaran yang berbunyi “semakin tinggi harga suatu barang, maka semakin banyak pula jumlah barang yang akan ditawarkan, begitu juga sebaliknya”.
Pada bagian ini, akan dijelaskan perubahan dalam jumlah yang ditawarkan berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.  Bergesernya kurva penawaran di akibatkan karena adanya faktor-faktor seperti pendapatan, pajak dan subsidi, teknologi, jumlah penjual, kebijakan pemerintah, dll.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Penawaran
            Penawaran dan produksi mempunyai hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran.
a.       Harga Barang Itu Sendiri
Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan akan meningkat pula.
b.      Harga Barang Pengganti
Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak menjual teh.
c.       Biaya Produksi
Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian  penawaran juga meningkat.
d.      Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak. Misalnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya sebesar Rp7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern, perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi Rp3.000,00. Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp7.500,00/kg. Dengan demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.
e.       Pajak
Ketetapan pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.
f.       Perkiraan Harga dimasa Depan
Perkiraan harga di masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena takut tidak laku.
3. Contoh kasus terapan pergeseran kurva penawaran dan pergerakan titik kurva permintaan


            Untuk memperjelas gambarnya, perlu mengambil sebuah barang untuk di produksi sebagai contoh kasus, misalkan pakaian. Dalam kasus ini, kurva penawaran bergeser ke kanan dan ke kiri. Pergeseran ke kanan, terjadi ketika S1 menjadi S2 menyebabkan jumlah yang ditawarkan bertambah dari Q menjadi Q1 walaupun harga tetap sebesar P dan bergeser ke kiri dari S menjadi S2 menggambarkan pengurangan penawaran dimana jumlah yang lebih sedikit (Q2) akan ditawarkan pada harga tetap P. Gambar tersebut menunjukkan bahwa mula-mula 300 lusin di tawarkan seharga 600 ribu per lusin, setelah kurvanya bergeser ke kanan, 500 lusin akan ditawarkan pada harga yang sama, dan sesudah bergeser ke kiri hanya 100 lusin yang akan ditawarkan dengan harga tetap.
            Sebagai akibat daripada pergeseran tersebut, lebih banyak sumber-sumber akan dipakai untuk memproduksi barang. Kemajuan di bidang teknologi, seperti ditemukannya teknologi yang lebih efisien sehingga akan mempunyai penurunan dalam biaya produksi yang dapat menguntungkan (kurva bergeser ke kanan). Dalam pabrik pakaian ini misalnya, yang dapat memproduksi baju dengan kombinasi-kombinasi produksinya berdasarkan pada perkiraan harga. Pabrik pakaian itu akan memproduksi lebih banyak pakaian apabila dia memperkirakan bahwa harga pakaian akan turun diwaktu yang akan datang dan lebih sedikit baju akan diproduksi bila perkiraan itu akan meningkat.
Sebaliknya ketika kenaikan pajak  yang tinggi, biaya material yang meningkat maupun harga untuk pembuatan pakaian naik misalnya kain dan benang, akan menyebabkan perusahaan ingin menjual hasil produksinya lebih sedikit pada harga barang yang tidak berubah (kurva penawaran bergeser ke kiri) selama perusahaan masih memdapatkan keuntungan.

Kesimpulan
Kurva mula-mula dari titik S1 dan garis kurva penawaran ke kanan menjadi S2 karena adanya perubahan teknologi. Titik keseimbangan bergeser dari E0 ke E1 sehingga membentuk titik keseimbangan yang baru yang menyebabkan penawaran akan meningkat tetapi permintaan akan barang tersebut tetap, ketika harga barang tersebut menurun dan kuantitas barang tersebut akan naik. Hal tersebut dapat terjadi karena dengan adanya kemajuan teknologi, yang membuat produsen menciptakan sebuah produk yang baru sehingga produsen tersebut akan meningkatkan output atau kuantitas akan barang tersebut akan tetapi produsen tersebut menurunkan harga dari barang tersebut agar barang yang mereka baru produksi laku di pasaran dengan jalan promosi salah satu contoh yang kami gunakan. Bergesernya kurva penawaran di akibatkan karena adanya faktor-faktor seperti pendapatan, pajak dan subsidi, teknologi, jumlah penjual, kebijakan pemerintah, dan lain-lain.

Sumber Referensi
Teori Ekonomi Mikro, Mandala Manurung dan Pratama Rahardja
Teori Ekonomi Mikro, Sadono Sukirno
http://belajar.kemdiknas.go.id/index3.php?display=view&mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20Online/SMP/view&id=50&uniq=1921
http://ayuamul.blogspot.com/2011/11/pergeseran-kurva-penawaran.html

Paper Pergeseran Kurva B


Tugas Kedua
16 Oktober 2012


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen(Supply) dengan konsumen (Demand). Pada harga keseimbangan produsen  bersedia melepas barang/jasa, sedangkan konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.
Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Bergesernya permintaan dan penawaran akan mengakibatkan tingkat harga keseimbangan bergeser juga. Berkurangnya permintaan merupakan salah satu penyebab pergeseran tingkat harga keseimbangan yang akan kami bahas dalam paper ini.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka dapat dirumuskan  masalah-masalah sebagai berikut:
  • Apa yang dimaksud dengan harga keseimbangan?
  • Apa yang menyebabkan titik keseimbangan harga bergeser?
  • Mengapa berkurangnya permintaan dapat menyebabkan titik keseimbangan harga bergeser? Dan bagaimana contoh kasusnya ?


Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan penulisan paper ini adalah menganalisis pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan oleh berkurangnya permintaan serta dapat mengetahui contoh kasus dari permasalahan tersebut.

Manfaat
Berdasarkan tujuan makalah yang dikemukakan di atas, maka manfaat penulisan ini adalah menambah pengetahuan tentang Pergeseran Kurva penawaran dan dapat melatih Mahasiswa dalam membuat sebuah penulisan atau paper, serta membantu mahasiswa dalam menentukan solusi yang tepat dalam menghadapi masalah tersebut.

Metodologi
Dalam proses penulisan paper ini, kami menggunakan metode pencarian informasi dan referensi melalui jurnal dengan data – data pendukung yang kami peroleh dari internet.

PEMBAHASAN
Keseimbangan harga
Keseimbangan harga merupakan titik temu antara permintaan dan penawaran yang merupakan proses alami mekanisme pasar. Permintaan/pembeli berusaha untuk mendapatkan barang/jasa yang baik dengan harga yang murah, sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibat dari tarik-menarik/tawar-menawar antara permintaan dan penawaran, maka akan tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga.

Pengertian Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.

Proses terbentuknya Harga Pasar
Terbentuknya harga pasar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran. Masing-masing faktor dapat menyebabkan bergesernya jumlah permintaan dan jumlah penawaran. Dengan bergesernya permintaan  danpenawaran akan mengakibatkan bergesernya tingkat harga keseimbangan. Perhatikan tabel berikut dan amati perubahannya. 

Pada harga $10 terjadi Equilibrium Price dengan jumlah yang ditawarkan (S) sama dengan jumlah yang diminta (D), yaitu sebesar 100 unit.

Pergeseran Titik Keseimbangan
Titik keseimbangan (Equilibrium Price) akan mengalami pergeseran akibat dari naik turunnya akibat perubahan penawaran/permintaan.
1. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah permintaan.
2. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah permintaan.
3. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan bertambahnya jumlah penawaran.
4. Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah penawaran.

Pergeseran titik keseimbangan yang disebabkan berkurangnya jumlah
permintaan.

Pada paper ini kami akan membahas salah satu saja dari ke empat penyebab bergesernya titik keseimbangan harga yaitu berkurangnya permintaan. Jika jumlah permintan berkurang sedangkan jumlah penawaran tetap, maka harga dan kuantitas akan mengalami penurunan.

Berdasarkan kurva diatas, misalnya harga Rp.25,00 dan jumlah permintaan 45 unit(garis D). Apabila jumlah permintaan turun menjadi 30 unit, maka harga akan turun menjadi Rp.15,00(garisD1). Sedangkan kurva penawarannya tetap. Maka akan terjadi pergeseran titik keseimbangan dari E ke E1.

Contoh kasus lainnya :
Ketika harga mobil awalnya senilai $10, dan permintaanya sebanyak 5 unit. Karena harga bensin atau BBM yang merupakan barang komplementer dari mobil naik,maka permintaan akan mobil cenderung berkurang . permintaan  akan mobil berkurang menjadi 3 unit sedangkan penawaran akan mobil tetap maka yang terjadi adalah penurunan harga menjadi $5

KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran titik keseimbangan adalah perubahan jumlah permintaan dan penawaran. Salah satu penyebab pergeseran titik keseimbangan adalah Berkurangnya permintaan. Berkurangnya permitaan tersebut dikarenakan faktor-faktor ceteris paribus. Ketika suatu kuantitas menurun maka harga barang tersebut akan turun.

REFRENSI
http://belajar.kemdiknas.go.id/index3.php?display=view&mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20Online/SMP/view&id=50&uniq=1921
http://makalahbuatmudah.wordpress.com/2012/01/21/makalah-ekonomi-permintaan-penawaran-dan-titik-keseimbangan/

Jumat, 26 Oktober 2012

Paper Pergeseran Kurva A


Tugas Kedua
16 Oktober 2012


PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Dalam kegiatan ekonomi, terjadi permintaan (demand) dan penawaran (supply) suatu barang/jasa antara konsumen dan produsen. Pertemuan antara permintaan dan penawaran membentuk harga pasar dalam satu titik yang disebut titik keseimbangan (equilibrium).
Pada dasarnya, permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar muncul dalam berbagai kondisi yang menimbulkan macam-macam bentuk permintaan dan penawaran beserta efeknya.
Dalam ilmu ekonomi hukum permintaan menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah maka jumlah barang yang diminta meningkat. Sedangkan hukum penawaran menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat positif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Oleh karena itu, kami akan membahas kegiatan ekonomi dimanapermintaan bertambah namun penawaran tetap.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diperoleh berdasarkan latar belakang di atas yaitu alasan apa saja yang menyebabkan permintaan bertambah namun penawaran tetap?

Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan paper ini untuk mengetahui dan menjelaskanalasan yang menyebabkan jumlah permintaan bertambah namun penawarannya tetap.

Metodologi
          Metode yang kami ambil dalam penulisan ini adalah deskriptif analisis, yaitu dengan cara mendeskripsikan atau memaparkan suatu permasalahan sehingga dapat dengan jelas dianalisis dan ditarik kesimpulan. Selain itu, kami juga menggunakan metode studi pustaka yaitu dengan cara mengumpulkan informasi dari internet dan buku-buku yang berhubungan dengan topik permasalahan paper kami.


PEMBAHASAN

Hukum Permintaan
“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

Kurva Permintaan Meningkat , Penawaran Tetap


Ada pergeseran kurva permintaan (D1) ke kanan sehingga membentuk kurva permintaan baru (D2). Kurva permintaan bergeser ke kanan menunjukkan adanya penambahan permintaan yang disebabkan oleh perubahan pendapatan yang meningkat sehingga barang yang dikonsumsi bertambah dan harga menjadi naik karena penawarannya tetap (S1). Contohnya konsumen membeli barang yang lebih banyak dan harga yang relatif lebih tinggi demi memenuhi kepuasan karena pendapatannya yang meningkat.

Hukum Penawaran
“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”
Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).

Alasan yang Mempengaruhi Permintaan Meningkat
Di saat penawaran tetap, permintaan bisa meningkat karena konsumen mempunyai alasan sebagai berikut:
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Banyak konsumen mencari handphone yang dilengkapi fasilitas musik, kamera, internet dll. Maka permintaan akan handphone yang memiliki fasilitas tersebut bertambah.

2. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.


PENUTUP

Kesimpulan
Jadi jumlah permintaan bertambah disebabkan oleh perubahan pendapatan dan selera konsumen yang meningkat sehingga barang yang dikonsumsi bertambah dan harga menjadi naik di saat penawarannya tetap.

Daftar Pustaka
Rahardja, Pratamadan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi) Edisi Ketiga. Jakarta: FEUI.
http://id.scribd.com/doc/44426617/Makalah-Ekonomi-Permintaan-dan-Penawaran
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/454/jbptunikompp-gdl-yogigindar-22655-6-babiii.pdf
http://phairha.blogspot.com/2012/01/studi-kepustakaan.html